6 Panduan Mudah Mendesain Content Marketing untuk Meningkatkan Penjualan Produk Anda

Dalam mendesain Content Marketing untuk meningkatkan penjualan produk Anda, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu bahwa pendekatan saya disini adalah by science, Jadi mungkin di battle field, Anda bisa saja tidak menggunakan teori yang ada disini. Akan tetapi jika goal yang Anda ingin raih adalah skala besar, Saya pikir Anda tetap harus mendesain Content Marketing yang sesuai dengan Buyer persona yang anda bidik. Ok, Selamat membaca! ūüôā

Mulai Memahami Pentingnya Content Marketing Strategy

Mari terlebih dahulu kita berkenalan dengan apa itu konten marketing, seberapa penting hal tersebut akan mempunyai impact dalam bisnis Anda. Mari kita sama-sama mulai..

Content marketing adalah proses yang menciptakan konten yang bernilai dan relevan yang mana bisa menarik, memperoleh hingga meng-engage audience. Jika Anda ingin menerapkan Inbound Marketing, Konten marketing ini adalah salah satu entry point Bonding anda dengan customer ideal Anda. Lalu mengapa harus menggunakan konten marketing?

Alasan yang paling tepat untuk pertanyaan tersebut adalah karena customer Anda sekarang banyak menggunakan internet sebagai cara untuk mendapatkan banyak informasi, dimana customer Anda juga bisa mendapatkan banyak hal mengenai produk atau jasa Anda. Maka, kita harus menggunakan konten marketing jika kita ingin melakukan indoctrinasi dan akhirnya mengarahkan customer untuk membeli produk barang atau jasa kita. 

Ada beberapa hal yang harus Anda ketahui jika ingin menerapkan konten marketing dalam dunia digital sekarang ini:

1. Multidevice, Anda harus bisa menjangkau mereka dengan konten yang akan mereka konsumsi melalui semua device yang bisa mereka gunakan. Semakin spesifik anda dapat menjangkau mereka, akan semakin mudah content dleivery sampai kepada mereka. Pada zaman millenial ini, Customer Anda mulai menjelajahi hingga mendapatkan informasi hanya dengan menggunakan perangkat elektronik seperti laptop, tablet, dan handphone. Bayangkan seberapa mudah mereka mendapatkan informasi selama 24 jam. Anda harus bisa melakukan optimasi untuk mengjangkau mereka.

2. Multichannel Customer, Kemudahan informasi menjadi salah satu kunci melakukan engage para customer, Dimana bukan hanya kemudahan mendapatkan informasi. Tetapi customer ‚Äúdimanjakan‚ÄĚ dengan berbagai macam informasi dari channel yang berbeda hal ini menjadi keuntungan dengan menggunakan konten marketing. Inilah mengapa kita harus memperhatikan konten marketing untuk target persona produk barang atau jasa kita.


Inilah Hal – hal ini yang bisa menjadi entry point untuk Anda dengan target customer Anda sehingga membuat jembatan antara Anda dengan target customer Anda. Dengan memanfaatkan kedua hal diatas, Maka Anda dapat memberikan informasi mengenai produk atau jasa Anda,bahkan untuk membangun brand.

Pada prinsipnya, Ada 7 elemen kualifikasi utama untuk Content marketing, Ketujuh elemen ini dibutuhkan untuk semua bisnis yang ingin menggunakan Content marketing, ketujuh elemen itu adalah sebagai berikut:

  1. Engage setiap individu yang termasuk dalam target persona customer ideal Anda.
    Konsep multidevice dan multichannel customer bisa Anda manfaatkan untuk menjangkau semua individu yang kriterianya fit dengan target persona Anda.
  2. Konten Marketing harus sesuai dengan preferensi customer (yang mewakili).
    Konsepnya adalah menyediakan konten yang relevan dengan apa yang dicari oleh customer.
  3. Mendesain sebuah Story yang berkelanjutan.
    Konsepnya adalah mewujudkan gambaran  mengenai bisnis atau kisah tentang apapun yang berhubungan dengan bisnis, produk, maupun kisah customer Anda. Gambaran ini harus kita jelaskan kepada mereka untuk tujuan Inbound Marketing dimana kita menerapkan konsep AIDA (Awareness-Interest-Desire-Action).
  4. Mendesain setiap konten dengan channelnya masing-masing secara spesifik.
    Setiap konten akan di delivery kedalam channel yang spesifik. Konsepnya adalah menciptakan ke khas an konten pada masing-masing channel yang kita develop.
  5. Konten mempunyai tujuan yang spesifik dan jelas.
    Konsepnya adalah bagaimana menyiapkan dan menyajikan konten secara jelas dan tepat sehingga customer bersedia dengan sengaja untuk berhubungan dengan kita.
  6. Konten harus memiliki tujuan akhir yang spesifik.
    Dalam pembuatannya, harus ada goal spesifik seperti: peningkatan jumlah customer baru, atau menambah followers, atau like di channel sosial media. Konsepnya adalah memastikan tujuan tersebut secara spesifik terlebih dahulu.
  7. Menyajikan konten yang berisi hal baru atau terkini.
    Konsepnya adalah mendesain konten yang berisi dengan hal baru (fresh), jangan sampai menyajikan konten yang outdated.

71% customer akan mencari, menyukai dan menggunakan setiap informasi¬† yang didapatkan melalui channel online seperti Google atau Media Sosial. Jadi, Ketika kita memberikan konten yang sesuai dengan mereka. Kemungkinan konten kita akan “earn trust” mereka akan semakin besar. Trust isn’t given, it’s earned.

Dengan pengertian dan informasi diatas, Sekarang Anda telah siap untuk mendesain Content Marketing yang sesuai dengan produk maupun tujuan akhir Anda.

Mulai Memanfaatkan Content Marketing

 


Anda bisa saja ikut dalam berbagai pameran, Membuat banner iklan, Maupun mengiklankan langsung ke Google, maupun media sosial yang ada. Semua hal diatas Anda lakukan untuk mendapatkan perhatian audience. Anda akan mencari perhatian dengan berbagai pendekatan kepada customer ideal Anda. Tetapi jika Anda menggunakan konten marketing, Anda harus fokus kedalam frame “Content Marketing Strategy”.

Anda akan melihat perilaku terget persona Anda ketika anda menerapkan konten marketing ini, which is Anda dapat melakukan manipulasi berbagai pendekatan untuk menciptakan profit. Perubahan-perubahan ini harus anda snapshot dari waktu ke waktu. Dari situ, Anda akan mulai memahami sebenarnya apa yang mereka butuhkan yang sesuai dengan produk Anda. Timing inilah yang harusnya Anda intai karena ini adalah organik, dalam arti, perilaku mereka adalah riil dan wajar. Inilah mengapa banyak niche yang kuat ketika memasarkan melalui traffic organik.

Dari content marketing campaign ini kemudian nanti kita akan mendapatkan sebuah audience, Yang nantinya kita akan olah audience ini menjadi customer loyal yang akan membeli apapun penawaran yang kita berikan.

Content marketing akan membuat Anda memerlukan “publisher” untuk menciptakan brand awareness. Ketika Anda mengikuti kemauan dan keperluan Audience, Dan kemudian dapat mencapai ekspektasi yang diinginkan audience anda, Anda telah “Earn Trust” dari mereka. Inilah modal penting yang bisa membuat mereka nyaman dengan kegiatan penjualan yang kita jalankan.

Content Marketing adalah carrier yang tepat dan menguntungkan untuk strategi penjualan jangka panjang ketika Anda bisa membuat audience Anda menyukai konten dan produk atau jasa yang Anda jual.

Memanfaatkan Potensi Dari Konten Marketing

  1. Brand Awareness
    93% orang menggunakan pencarian online untuk mendapatkan berbagai informasi dengan cepat. Anda bisa membangun Organic Awareness yang sesuai dengan preferensi customer anda di dunia online. Disini anda dapat menyajikan berbagai materi mengenai informasi untuk mengedukasi audience anda secara tidak langsung. Anda juga dapat memanfaatkan teknik SEO untuk mendapatkan peringkat didalam berbagai mesin pencari.
  2. Membuat dan maintain Brand Preference
    Earn Trust adalah langkah tepat untuk menciptakan ‘hubungan’ yang baik dengan customer Anda, Jika anda bisa maintain kepercayaan pelangan ini, maka akan lebih mudah untuk mereka membeli produk ataupun menggunakan jasa yang Anda sediakan.
  3. Mendapatkan lebih banyak pembeli dengan pengeluaran tetap yang sedikit
    Yang Anda perlukan adalah membuat strategi konten yang proof dan terbukti mencapai goal yang digariskan. Ada pengeluaran fixed yang mungkin terjadi pada awal implementasi. Selanjutnya, Tugas Anda adalah konten yang telah dibuat kemudian dikonsumsi oleh calon audience Anda.

Menjangkau Customer dengan Thought leadership dan selling

Konten yang Anda buat nantinya jangan hanya berupa konten berisi promotion sale, Konten yang saya maksud adalah konten yang berisi hal yang mempunyai unsur edukasi, sehingga yang kita maintain sebenarnya adalah audience. Dari sini, Bisa kita tarik kesimpulan bahwa menggunakan konsep pemasaran Inbound Marketing itu tidak serta merta langsung bisa untuk menjual, Tetapi metode ini bisa Anda pakai untuk jangka panjang.

Thought leadership disini akan membuat audience ingin belajar untuk mengerti dan atau melakukan sesuatu hal dengan benar yang dampaknya, konten yang dihasilkan harus dapat membantu customer menyelesaikan masalanya. Hal ini sangat bertolak belakang dengan prinsip traditional marketing dimana semua channel akan dimanfaatkan langsung untuk keperluan hard selling.

Lalu apa bedanya dengan selling, selling adalah adalah konten yang berisi mengenai penawaran produk atau jasa. Anda bisa membuat alur untuk dengan membuat alur tersebut Anda jadi mengetahui bagaimana membuat mereka nyaman dengan konten yang Anda buat. 

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan jika konten Anda dapat meningkat traffic, pertama Anda bisa menggunakan strategi soft promotion dimana Anda memberikan penawaran dengan membuat konten seperti webinar dengan menampilkan konten educational. Kedua ada hard promotion dimana Anda langsung menawarkan produk kepada calon customer atau customer Anda. 

Untuk menjadikan konten Anda menjadi kebutuhan para calon customer dengan thought leadership, Anda bisa melakukan hal dibawah ini:

  1. Membuat konten yang berisi Educational Asset yang berfungsi untuk membuat interaksi agar menarik para calon customer dengan membuat konten melalui pendekatan thought leadership.
  2. Membuat konten Soft Promotion yang berisi tentang thought leadership tetapi konten tersebut masih berisi tentang penawaran antara produk dan jasa.
  3. Membuat konten Hard promotion yang berisi konten produk mulai dari menunjukan gambar, harga, bagaimana cara kerja, hingga menjelaskan penggunaan produk atau jasa tersebut.

Konten-konten inilah yang perlu anda perhatikan untuk digunakan agar mendapatkan engage yang optimal dan sesuai goal yang diharapkan.

Panduan Rekrut Pasukan Tim Content Marketing


Pasukan konten marketing inilah yang nantinya adalah garda terdepan dalam menjalankan machine selling Anda. Penting bagi Anda untuk mempersiapkan mereka dari mulai proses rekruitmen sampai dengan monitoring pekerjaan mereka. Berikut ini poin penting yang ada butuhkan untuk merekrut pasukan marketing Anda.

Pasukan Content Marketing Internal

  1. Managing Editor
    Pada konsepnya, Jabatan ini adalah merupakan orang yang berusaha membuat strategi sekaligus memimpin tim content marketing Anda. Anda bisa juga menyebut juga Chief Content Officer, Director of Content, atau biasa disebut juga Senior Content Manager.

    Deskripsi tugas managing editor secara lebih rinci meliputi:

    • Membuat content strategy dan kalender editorial

    • Berkoordinasi dan membagi tugas dengan semua anggota tim

    • Bertanggung jawab atas Brand voice, Brand Look, Brand Feel, dan Kualitas konten

    • Menulis dan mengedit konten

    • Berkoordinasi dengan vendor bila Anda bekerjasama dengan pegawai eksternal

    Karenanya, Managing Editor yang Anda rekrut harus memiliki skill berikut:

    • Menulis

    • Manajemen proyek

    • Copyediting/mengedit

    • Komunikasi antar divisi dan fungsi.

    Selain itu seorang managing editor sudah pasti harus memiliki passion di bidang pembuatan konten dan memiliki potensi sebagai thought leader.

  2. Associate Editor
    Pada konsepnya, Associate Editor ini akan bertugas membantu pekerjaan Managing Editor. Jika Anda ingin concern total menggarap Content Marketing ini, segera pertimbangkan untuk merekrut Associate Editor ini untuk mendukung Content Marketing yang Anda desain.

    Deskripsi tugas associate editor meliputi:

    • Membuat konten

    • Mengedit konten

    • Manajemen projek

    • Mengkoordinasi anggota tim

    • Me-manage web blog, maupun channel sosial media yang relevan

    Skill yang harus dimiliki associate editor sebenarnya tidak jauh berbeda dengan skill yang harus dimiliki oleh managing editor. Hanya saja seorang associate editor juga harus social native. Artinya, ia harus menguasai social media, memahami apa yang terjadi di industri, dan update akan informasi terbaru terkait content marketing.

  3. Contributor
    Kontributor disini pada konsepnya adalah seluruh orang yang bertugas membuat konten. Semua orang yang berurusan dengan konten tanpa kecuali writer, videographer, social media specialist, dlsb.
  4. Content Requester
    Orang yang memikirkan ide mengenai konten apa saja yang nantinya akan dibuat oleh para kontributor biasa disebut Content Requester. Individu inilah yang bertugas melihat dari point-of-view yang lebih luas untuk mendesain konten marketing secara umum.
  5. Subject Matter Expert
    pada konsepnya, Jabatan inilah yang nantinya akan melakukan validasi dan menguasai materi konten yang dibuat secara umum. Karena mau tidak mau, Nantinya topik yang akan dibahas adalah topik yang menjadi sangat teknis, para kontributor yang bertugas membuat konten pasti memerlukan validasi terkait konten yang mereka buat.

Pasukan Content Marketing Eksternal

Tidak jarang Anda akan membutuhkan bantuan dari pihak eksternal untuk membuat lebih banyak konten yang tidak dapat ditangani oleh tim internal Anda. Misalnya saja, Anda mungkin membutuhkan external writer atau designer.

Ketika Anda memutuskan untuk bekerjasama dengan mereka, pastikan untuk menginformasikan mereka soal Brand voice dan Style Guide sebagai acuan dalam membuat konten. Latih dan awasi juga kinerja mereka demi kualitas konten yang diinginkan.

Bagaimana Cara Menemukan Anggota Tim yang Potensial?

  1. Manfaatkanlah LinkedIn, website untuk social profile.

  2. Dapatkan referensi dari orang lain yang kredible.

  3. Amati content creator yang membuat konten-konten bagus, Rekrut mereka yang sesuai.

Menyusun Struktur Organisasi Tim Content Marketing

Banyak organisasi yang kesulitan menyusun dan menempatkan anggota tim content marketing-nya dalam struktur organisasi, Karena sebenarnya semua divisi yang berada di bawah tim marketing membutuhkan konten. Jadi pertanyaannya, harus dimasukkan ke divisi manakah anggota tim content marketing Anda?

Desain Tim Content Marketing ini sebagai Laboratorium Strategis untuk pembuatan konten yang terpusat agar bisa manageable dengan baik.

Lebih jelasnya, berikut adalah tugas-tugas tim content marketing:

  • Menyusun strategi Content Marketing

  • Mendukung permintaan pembuatan konten dari berbagai departemen

  • Memastikan pesan dan Brand Voice yang digunakan dalam konten konsisten dan relevan

  • Membantu meringkas dan mengerucutkan pembuatan konten sesuai skalabilitas yang dibutuhkan

  • Mengurangi upaya penduplikasian karena semua tim sudah selaras.

Dalam rangka mendukung kebutuhan konten seluruh tim, Tim konten Anda harus bisa membuat berbagai jenis konten yang meliputi:

  • Demand generation Content ‚Äď Konten yang bertujuan meningkatkan demand (contoh: E-book, infografik, dll.)

  • Customer Content ‚Äď Konten yang menunjukkan bagaimana produk atau layanan Anda membantu customer (contoh: Testimoni)

  • Brand Content ‚Äď Konten yang menunjukkan brand Anda sebagai sebuah bisnis (contributed articles, executive content, dll.)

Membuat Ideal Buyer Persona dan Ideal Buyer Journey

Agar content marketing Anda relevan dan efektif, Sebelum mulai membuat konten Anda harus terlebih dahulu membuat/menetapkan buyer persona dan buyer journey. Inilah yang akan menjadi dasar Content Marketing bekerja. Tepat pada solusi yang customer Anda butuhkan.

Ideal Buyer Persona

Setiap bisnis memiliki berbagai jenis customer atau persona, Yaitu orang-orang yang berhubungan dengan kegiatan marketing Anda setiap harinya. Karenanya Anda harus memastikan bahwa konten yang Anda buat relevan dan mengena untuk setiap orangnya. Inilah pentingnya membuat buyer persona.

Lebih jelasnya, membuat buyer persona akan membantu Anda:

  • Memilih jenis konten seperti apa yang harus Anda buat

  • Menargetkan topik yang tepat, yaitu topik yang benar-benar menjadi perhatian persona Anda

  • Membantu menetapkan tone dan voice yang digunakan dalam konten Anda.

Untuk membuatnya, Anda harus memiliki pemahaman yang baik soal calon customer Anda. Anda juga perlu melakukan riset mengenai jenis konten, topik, dan cara penyampaian yang disukai oleh persona Anda. 

Informasi yang harus Anda miliki untuk membuat buyer persona di antaranya:

  • Latar belakang

  • Detail pekerjaan

  • Finansial

  • Goals

  • Tantangan yang dihadapi

  • Sumber utama mendapatkan informasi

  • Media konten yang disukai

  • Peran dalam proses pembelian, dll.

Anda bisa memberi buyer persona Anda nama, wajah, dan detail-detail lainnya untuk membuatnya lebih personal dan realistis. Berikut adalah contoh buyer persona yang bisa Anda jadikan rujukan:

Ideal Buyer Journey

Selain buyer persona, Anda juga disarankan untuk membuat buyer journey, yaitu perjalanan yang dilewati oleh masing-masing persona mulai dari meneliti suatu topik sampai memutuskan untuk melakukan pembelian.

Membuat buyer journey akan membantu Anda:

  • Menentukan konten apa yang dibuat ¬†untuk setiap buying stage. Penting bagi Anda untuk membuat konten yang dapat menjawab setiap pertanyaan dan persoalan yang dimiliki/dihadapi oleh calon customer ketika berada di buying stage yang berbeda. Misalnya, konten seperti apa yang cocok untuk calon customer yang baru menemukan brand Anda agar mereka tertarik untuk melakukan pembelian?

  • Mengetahui di mana customer berinteraksi dengan konten Anda pada setiap buying stage, sehingga Anda tau di mana harus menempatkan konten yang tepat. Misalnya, kebanyakan calon customer mengetahui brand Anda dari media sosial. Karenanya Anda memutuskan untuk menempatkan konten yang ditujukan untuk calon customer pada tahap awareness di sana.

Riset dan Wawancara

Untuk mendapatkan informasi terkait buyer persona dan buyer journey, Anda perlu melakukan riset dan wawancara. Anda bisa bicara dengan tim sales dan customer service yang secara rutin berinteraksi dengan customer Anda, atau secara langsung bertanya kepada customer (baik yang senang dan tidak senang dengan produk/layanan Anda) dan prospek yang berpotensi menjadi customer.

Mengembangkan Brand Voice

Setelah membuat buyer persona dan buyer journey, Anda juga harus mengembangkan brand voice untuk memastikan konten yang dibuat oleh tim content marketing Anda konsisten.

Brand voice yang dimaksud disini mengacu kepada keseragaman pemilihan kata, sikap, dan nilai-nilai ketika menyampaikan pesan kepada target audience yang akan menunjukkan kepribadian brand Anda. Selain konsistensi, brand voice juga bertujuan memberikan persona kepada brand Anda yang akan membuatnya berbeda dan menonjol di antara brand lain.

Ikutilah langkah-langkah berikut untuk mengembangkan brand voice Anda:

1. Brand Voice Persona

Pertama-tama tetapkanlah brand voice persona Anda, yaitu feeling yang ingin Anda tunjukkan/sampaikan lewat konten Anda. Contohnya, persona brand Anda bisa jadi casual, profesional, mendidik, menginspirasi, menghibur, dsb yang menunjukkan kepribadian, sikap, serta nilai yang ditampilkan brand Anda secara konsisten lewat konten-kontennya.

2. Brand Voice tone

Selanjutnya pikirkanlah brand voice tone Anda, yaitu bagaimana konten Anda akan terdengar. Tone yang Anda gunakan bisa jadi bersahabat, jujur, formal, cerdas, dsb, di mana tone tersebut sudah pasti harus sesuai dengan persona brand Anda.

3. Brand Voice Language

Terakhir, tentukan juga brand voice language Anda, yaitu bahasa yang digunakan dalam konten Anda ‚Äď

mulai dari gaya sampai pemilihan kata, frasa, dan istilah.

Style Guide

Setelah menetapkan persona, tone, dan language, tuliskanlah brand voice Anda dalam bentuk style guide yang akan menjadi panduan untuk tim content marketing Anda dalam membuat konten. Dengan begini, semua anggota tim Anda (termasuk tim eksternal) akan mendapat gambaran soal brand voice yang telah ditetapkan dan menerapkannya dalam konten yang mereka buat.

Informasi yang harus ada di style guide Anda di antaranya meliputi:

  • Perusahaan

  • Customer/target audience

  • Style dan tone penulisan

  • Pedoman tata bahasa

  • Jenis dan struktur konten, dsb.

 

Goal Setting

Hal lain yang harus Anda persiapkan sebelum mulai membuat konten adalah menetapkan goals atau tujuan. Karena tanpa goals, Anda tidak dapat berjalan kemana-mana.

Lebih jelasnya, goals akan membantu Anda untuk:

  • Mendesain konten agar bisa dinilai secara terukur

  • Mendefinisikan kesuksesan

  • Memastikan konten yang Anda buat adalah konten yang ¬†tepat.¬†

Lalu, bagaimana cara merumuskan goals content marketing untuk bisnis Anda? Simaklah langkah-langkah berikut!

Langkah-langkah Merumuskan Goals

1. Bertemu dengan stakeholders

Pertama-tama, temuilah stakeholder agar mendapat sudut pandang yang berbeda mengenai goal.

Lalu, kumpulkan setiap pimpinan dari divisi marketing, sales dan customer service Anda untuk ikut serta membuat dan mempromosikan konten.

2. Tanyakan pertanyaan-pertanyaan mendasar 

Bertanya pada diri sendiri tentang alasan Anda membuat content. Program apa yang Anda rencanakan untuk menggunakan content tersebut. Lalu, tentukan goal jangka pendek dan jangka panjang Anda. dan berikut pertanyaan yang bisa Anda buat seperti:

  • Mengapa Anda membuat konten ?

  • Program apa yang ingin Anda rencanakan dengan menggunakan konten ?

  • Apa goal konten jangka pendek Anda ?

  • Apa goal konten jangka panjang Anda ?

3. Tetapkan goal kualitatif 

Goal kualitatif sangatlah penting meskipun  goal ini tidak memiliki angka terkait dengannya, atau tidak dapat diukur. Seperti halnya pengakuan  brand yang Anda miliki, pemikiran Anda dalam sebuah kepemimpinan, keterlibatan dalam sosial, bagaimana sikap Anda dalam  membangun sebuah hubungan dan kepercayaan.

 4. Tetapkan  goal kuantitatif

Berkebalikan dengan goal kualitatif, berikut ini adalah goal yang dapat dihitung atau diukur. Contohnya seperti menghitung jumlah leads baru, jumlah download untuk setiap content asset, jumlah social share tertentu, persentase dari leads yang bergerak ke peluang kemudian berpindah ke closing penawaran, banyaknya corong Funnel yang dihasilkan oleh content Anda dan berapa  banyak revenue.

Anda tidak perlu khawatir karena Anda dapat melacak goal dengan menggunakan Marketing Automation Platform . Dimana platform ini menggunakan Google Analytics untuk memantau traffic dan conversion.


5. Tambahkan goal Anda ke dalam rencana
 

Anda dapat mensosialisasikan goal Anda kepada tim, lalu mempresentasikan kepada stakeholders. Anda juga dapat menyusun jadwal  metrics meeting setiap minggu atau bulannya.  Anda tidak dapat membuat content plan saat sedang penat. Maka dari itu,  Anda perlu menunjukkan bahwa organisasi Anda dapat membuat content effort  menuju golnya, maka Anda akan mendapat lebih banyak tim, budget dan kemampuan untuk membuat lebih banyak konten dari waktu ke waktu.

Sekarang, Anda sudah mengetahui bagaimana cara untuk menciptakan goal untuk content marketing Anda, lalu presentasikan kepada para stakeholder dan ajukan beberapa pertanyaan pada diri Anda. Terakhir, buatlah rencana Anda. Mulailah sekarang.

Memilih Carrier Yang Tepat Untuk setiap Channel Content Marketing

Agar konten Anda dapat terorganisir dan efektif, Anda harus mempertimbangkann untuk memilih content technology. Jika Anda masih menggunakan spreadsheet untuk melacak konten, itu bukanlah pilihan yang ideal. Anda akan menemui beberapa kendala untuk berkolaborasi dengan para pengguna spreadsheet dan sulit untuk terus melacak berbagai konten yang sedang Anda kerjakan.

Maka dari itu, content technology akan membantu Anda dalam membuat konten untuk bisnis termasuk dalam berkolaborasi, berkoordinasi, proses pembuatan, dan penerbitan. Ada beberapa list jenis software content marketing :

  • Manajemen project dan produksi

  • Manajemen konten website

  • Mentracking content secara kompetitif

  • Aplikasi content

  • Platform marketplace content – creation

Project management dan production platform ini akan membantu memprioritaskan dan menetapkan tugas, memproyeksikan pengelolaan berbagai konten Anda, dan membantu untuk terus melacak content project untuk mengetahui aset tertentu yang berada dalam timeline produksi. Platform ini juga akan membantu Anda berkolaborasi dengan banyak stakeholder. Anda juga harus bisa menjawab beberapa list pertanyaan ini karena akan membantu Anda untuk menentukan teknologi untuk konten Anda, berikut list pertanyaannya :

  • Berapa banyak orang yang ingin Anda ajak bekerja sama dalam menentukan pilihan teknologi?

  • Apa saja alur pembuatan konten mereka ?

  • Siapa saja yang telah bekerja sama dengan mereka ?

  • Langkah apa saja yang dibutuhkan untuk berhasil dalam pembuatan konten ?

  • Apakah mereka mempunyai workflow yang berbeda dengan pembuatan konten ?

Begitu banyak jenis content technology  yang harus Anda pilih, maka dari itu, ajukan beberapa pertanyaan kepada diri Anda sebelum memilih content project management platform. Sebelumnya, pertanyakan terlebih dahulu berapa banyak yang akan Anda ajak kolaborasi, bagaimana proses pembuatan konten saat ini, langkah apa saja yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan, dan apakah Anda memiliki alur kerja yang berbeda untuk berbagai aset konten. 

Setelah Anda mengetahui apa saja yang bisa menentukan teknologi untuk konten, tahap selanjutnya Anda harus mengetahui tentang vendor yang seperti apa yang bisa Anda gunakan, berikut ini list vendor yang bisa Anda gunakan:

  • Menonton demo yang dibuat vendor

  • Menanyakan pertanyaan

  • Mempunyai workflow yang bisa Anda lihat dan apakah sesuai dengan yang Anda mau

  • Menyiapkan referensi

  • Menanyakan apakah menyediakan ‚Äútrial‚ÄĚ untuk melihat kerja vendor.

Langkah selanjutnya adalah membuat keputusan dan mengajukan tim Anda, berikut langkah-langkah yang harus dilakukan :

  1. Bertemu dengan para stakeholder, membahas opsi yang Anda miliki dan memutuskan project management platform yang tepat yang akan Anda bawakan.

  2. Membuat rencana untuk launching. Hal ini dapat melibatkan pelatihan, pemetaan proses Anda dan memberitahukan setiap solusi ke seluruh anggota Anda.

  1. Memetakan alur kerja atau proses persetujuan yang Anda miliki.Anda akan melatih tim Anda untuk mengumpulkan audiens yang akan menggunakan platform Anda. Pikirkanlah agar vendor bisa datang dan melakukan demo secara langsung. Lalu ajukanlah  external vendor yang saat ini menguntungkan untuk Anda

Sekarang Anda memiliki pemahaman yang baik mengenai semua pertanyaan dan pertimbangan untuk diperhitungkan ketika memilih platform untuk content project management Anda, lakukan beberapa riset, pilih vendor-nya, dan buatlah keputusan.

Brainstorming untuk Mendapatkan Ide dan Content

Setelah Anda telah mengetahui konten apa yang memang cocok untuk produk atau jasa Anda, langkah selanjutnya yang Anda lakukan adalah melakukan brainstorming. Tetapi kenapa Anda melakukan brainstorming, alasan adalah agar Anda mendapatkan ide yang menarik. Biasanya brainstorming memerlukan beberapa orang dimana mereka akan mencoba mengeluarkan pendapat mengenai satu hal yang sedang dibahas lalu gagasan dari brainstorming tersebut bisa keluar secara spontan.

Sebelum membuat content Anda harus mengetahui ‚Äútopik apa yang ingin Anda jadikan konten Anda‚ÄĚ ingat Anda harus menentukan goal untuk content yang Anda buat, dimana selain harus menentukan goal ini adalah salah hal penting sebagai dasar dari bisnis Anda.

Langkah pertama Anda harus mengutamakan beberapa hal berikut ini di dalam bisnis Anda:

  • Target market baru,¬†dimana kemungkinan besar akan ada market baru yang muncul karena adanya kebutuhan dari market tersebut.

  • Produk atau jasa baru bermunculan,¬†dimana pastikan akan ada perkembangan produk atau jasa setiap saatnya.

  • Branding,¬†dimana hal ini juga banyak dilakukan karena setiap produk atau jasa membutuhkan brand karena salah satu keuntungannya adalah sebagai tanda pengenal untuk para calon customer Anda.

  • Thought leadership konten,¬†dimana konten ini berisikan manfaat yang akan membantu untuk para pembaca bukan hanya berisi penjualan produk atau jasa.¬†

Dimana hal Рhal ini bisa Anda jadikan dasar dalam melakukan pembentukan konten dan Anda bisa menjadi pemimpin di industri tersebut . Ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan seperti persona Anda dan kepada siapa Anda akan menjual produk atau jasa Anda. Yang mana jika Anda memiliki beberapa persona Anda wajib membuat konten sesuai dengan persona Anda butuhkan. Jadi dengan topik yang berbeda Anda dapat menargetkan untuk beberapa persona. 

Industri adalah salah satu tempat yang tepat untuk memulai, dimana ini bisa disebut sebagai ujung tombak yang tepat untuk industri yang ingin Anda dalami. Beberapa bisnis ingin berada di depan dan Anda pasti juga ingin tulisan content Anda juga berhasil dan berada di garis terdepan untuk pencarian. Jadi pembuatan konten untuk setiap industri adalah tempat yang tepat. Lalu pada (SEO) search engine optimization adalah salah cara yang bisa Anda pikirkan untuk menggunakannya. Beberapa bisnis banyak yang menggunakan SEO untuk meningkat konten mereka,dimana konten mereka akan muncul pada daftar pencarian dengan menghubungkan dengan keyword yang relevan dengan kontennya.

Konten kompetitor adalah salah satu yang penting Anda perhatikan karena dengan begitu Anda bisa mengetahui konten apa yang sedang kompetitor lakukan. Dimana Anda bisa mencari tahu melalui dengan menggunakan sosial media atau menggunakan tools tracking content kompetitor dan juga selalu update mengenai content kompetitor.

Setelah Anda telah mengetahui dari mana saja konten Anda datang, sekarang saatnya Anda memahami lebih dalam mengenai konten, dan berikut ini yang perlu Anda pahami lebih dalam:

  • Menemukan kunci penting untuk setiap konten

  • Membuat roadmap produk atau jasa Anda

  • Menanyakan secara langsung kepada customer dan sales mengenai konten Anda.

  • Memerhatikan sosial media mengenai konten yang sedang viral/ trending.

  • Menanyakan secara langsung audience yang Anda disosial media. ‚Äė

  • Melakukan beberapa research untuk beberapa konten.

Jadi dengan brainstorming Anda bisa mendapatkan topik dan juga ide konten apa yang ingin Anda tulis atau dibuat nantinya. Jadi Anda bisa membuat tema konten, dimana Anda hanya perlu memerlukan penempatan yang tepat mengenai konten apa yang ingin Anda tampilkan pada sosial media, website ataupun blog.

Dalam menjadwal tema konten Anda bisa membuat jadwal tema tersebut dalam jangka waktu sebulan, quarter (per 3 bulan), atau pun tahunan, dimana jika Anda menggunakan tema konten per-tahun biasanya dijadikan tema konten besar.

Anda juga harus bisa mengatur konten mana saja yang menjadi utama.  

Memetakan Content Strategy untuk Sales Funnel Anda

Setelah Anda mengerti brainstorming untuk konten sekarang adalah saatnya untuk Anda membuat pemetaan konten agar masuk kedalam funnel yang telah Anda buat. Kenapa memerlukan pemetaan konten? Agar kedepannya memudahkan Anda ini juga akan membantu Anda untuk mencapai goal yang telah dibuat di awal pembentukan bisnis atau usaha Anda. 

Pemetaan juga akan memudahkan para calon customer untuk membeli produk atau jasa agar berubah menjadi customer. Anda harus mengerti bagaimana perilaku calon customer hingga tema konten apa yang paling banyak diminati calon customer Anda untuk mengarah ke sales funnel. Ada alasan kenapa Anda harus melakukan pengarahan kepada calon customer, dimana konten yang dibuat harus bisa menjawab permasalahan dari calon customer.

Sebelum itu apa Anda tahu mengenai sales funnel, dan kenapa sales funnel diperlukan untuk Anda. karena sales funnel akan membantu Anda dalam mengarahkan calon customer untuk menjadi customer. Walaupun Anda mempunyai dasar bisnis seperti B to B atau B to C itu semua bisa menggunakan sales funnel untuk bisnis Anda.

Dan ini adalah salah satu gambar dari sales funnel yang mana Anda bisa melihat awal dari alur sales funnel hingga menjadi membeli produk atau jasa Anda seperti gambar dibawah ini:

Pada sales funnel dibagi tiga tahapan yaitu top funnel (cold market), middle funnel (warm market), bottom funnel (hot market) yang mana ketiga tahapan alur ini akan dilalui oleh para calon customer Anda.

Top funnel atau Cold market

Adalah tahapan awal yang akan dilalui oleh traffic berasal dari sosial media, website atau pun iklan. Dimana pada tahapan ini traffic menginginkan wawasan jadi konten yang tepat yang mengedukasi seperti: Ebook, infografis, dan artikel

Middle funnel atau Warm market

Adalah tahapan kedua yang mana traffic sudah mengenal produk atau jasa Anda tetapi belum pernah membeli produk dimana traffic ini berpotensial menjadi customer Anda. dimana mereka menginginkan sesuatu yang lebih berdampak untuk diri mereka: seperti webinar, testimonial atau software.

Bottom funnel atau Hot market

Adalah tahapan ketiga yang mana traffic sudah mengenal produk atau jasa Anda, pernah membeli produk, dan sudah percaya dengan brand Anda. dan untuk ini Anda bisa langsung menawarkan produk langsung. Dan untuk itu Anda bisa memberikan testimonial atau webinar untuk customer Anda bahkan Anda bisa membeli promosi untuk customer. 

Jadi dengan Anda berhasil membuat pemetaan konten ini akan membantu Anda untuk mengarahkan kemana traffic atau calon customer untuk melakukan action dan Anda juga dapat mengetahui konten apa yang cocok untuk setiap tahapan traffic yang masuk ke funnel Anda.

Memilih Jenis Konten di Setiap Channel Anda 

Jika Anda sudah memulai memetakan setiap konten untuk sales funnel sekarang saatnya Anda memilih jenis konten apa yang Anda gunakan. Dimana Anda bisa memilih konten apa yang ingin Anda gunakan berdasarkan beberapa hal ini :

  • Berdasarkan tampilan brand dan penggunaannya

  • Topik konten Anda

  • Tujuan konten Anda

  • Memilih chanel promosi apa¬†

Dan sebelum itu Anda harus mengerti beberapa perbedaan jenis konten seperti berikut ini :

  1. Blog Post 

    Adalah rangkaian tulisan yang termasuk konten tetapi mempunyai rangkaian kata yang sedikit. Pada umumnya akan di update sesuai dengan pengelola blog tersebut. Dimana terdiri dari 300 – 700 kata yang mana terdiri dari topik yang yang relevan dengan konten, Anda juga harus menambahkan point of view seperti gambar yang membuat pembaca bahwa blog post ini menarik.

  1. Cheat Sheets
    Adalah salah satu jenis konten yang mana kontennya bisa didownload. Ingat konten yang Anda buat harus mempunyai tujuan yang jelas untuk para pembaca yang mana memiliki akses yang mudah. Dimana cheat sheets biasanya terdiri dari satu halaman mulai dari atas hingga bawah, tidak memiliki banyak design dan terdiri dari simple, mudah, dan memiliki value konten yang tinggi.
  1. Definitive Guide
    Berupa konten yang mencangkup banyak hal, biasanya terdiri dari 60 halaman. Dimana Anda bisa membuat konten dengan ini dan dibagi untuk masuk ke dalam tema konten untuk jangka waktu perbulan atau per quarter (per 3 bulan).

  2. Ebook
    Biasanya ebook digunakan juga pada tahapan promosi, dimana ebook adalah produk digital yang menggunakan desain sebagai pelengkap untuk membuat tampilan ebook menarik. Biasanya terdiri dari 4- 5 halaman atau bahkan bisa sampai 50 halaman tergantung dari goal ebook tersebut.

  3. Infografis
    Adalah sebuah konten yang menarik yang berisi sebuah informasi yang dikombinasikan desain untuk membuat konten dengan visual yang menarik dan ini menjadi konten yang memang diminati oleh banyak orang.

  4. Report
    Adalah sebuah konten dengan jenis survey dan data yang mana berbentuk dokumen yang berisi mirip dengan ebook. Yang mana berisi statistik, lalu beberapa poin penting, dimana laporan akan menjadi dasar yang penting untuk konten Anda yang mana akan mendapatkan pengakuan di industrinya.

  5. Special Projects
    Konten bukan hanya tentang mendownload tetapi bagaimana Anda membuat konten yang menarik hingga mudah untuk dibagikan ke sosial media.

  6. Video
    Adalah sebuah konten yang berisi visual dan audio yang dijadikan satu, dimana konten ini menjadi banyak yang meminati karena menarik yang mana Anda bisa mempromosikannya di youtube, sosial media, hingga di website. Panjang dari durasi video sekitar 30 detik hingga 10 menit dan durasi terbaik yang bisa Anda gunakan 1-2 menit untuk mendapatkan ‚Äúinterest‚ÄĚ dari calon customer.

  7. Visual Slide Decks
    Adalah konten yang berisi statistik, informasi dan cara dengan menggunakan visual slide tampilannya seperti infografik tetapi tidak banyak menggunakan banyak kata. Anda bisa mempromosikan atau mempromote di website dengan menggunakan media sosial.

  8. Webinar
    Adalah konten yang menggunakan live-video dengan memberikan informasi yang disampaikan oleh speaker atau pembicara, dimana audience bisa menanyakan secara langsung dan menyimak informasi yang sedang disampaikan.

  9. Workbook / Template
    Adalah konten yang diminta untuk mendownload yang mana workbook atau template bisa digunakan untuk goal dari konten workbook tersebut. Dimana ini adalah konten yang tepat untuk mengajarkan dan membangun kepercayaan terhadap brand Anda.
    Dengan adanya jenis- jenis konten ini Anda bisa mendapatkan beberapa jenis konten yang memang cocok untuk market Anda seperti cold, warm hingga hot market Anda hanya perlu memberikan konten yang memang tepat untuk setiap market yang Anda miliki.

Membuat Perencanaan dan Editorial Content Marketing Calendar

Setelah Anda memilih jenis konten apa yang digunakan, saatnya Anda membuat perencanaan dan kalender editorial. Sebelum Anda membuat kalender editorial, Anda harus memikirkan konten apa yang ingin Anda gunakan seperti jenis konten apa yang ingin Anda gunakan dan bagaimana Anda bisa menyampaikan atau men-delivery konten tersebut.

  1. Konten Anda harus mempunyai konten yang memang membantu atau memperkaya wawasan seperti jenis konten ebook dan Definitive Guide.
  2. Pastikan konten yang Anda buat memiliki mudah dipahami dan digunakan seperti cheat sheets, checklist dimana Anda harus bisa memastikan konten Anda sesuai dengan kriteria ini. 
  3. Konten yang Anda buat nantinya mempunyai konten yang mengajarkan banyak wawasan dengan goal yang Anda tentukan seperti konten jenis report atau survey yang mana menampilkan banyak data yang akurat.
  4. Anda harus membuat konten yang menarik tidak membuat seseorang kesulitan untuk memahami maksud dan tujuan konten seperti infografik dan video dengan menggunakan chanel sosial media.
  5. Konten Anda harus bisa membuat tantangan, yang mana Anda bisa membuat challenge, yang mana mereka menjadi tertantang untuk mencoba atau konten yang bisa memprovokasi para calon customer Anda.

Jadi untuk itu Anda membutuhkan kalender editorial dan berikut ini beberapa alasan menggunakan kalender editorial konten:

  • Dapat mengatur konten

  • Mengetahui dari kegunaan setiap konten¬†

Dan ini adalah cara untuk mengatur kalender editorial yaitu:

  1. Isi dari konten
    Yang mana Anda mengetahui mulai dari goal konten, jenis konten hingga menggunakan media apa untuk mempublish konten tersebut.

  2. Goal setiap konten
    Dengan goal atau tujuan konten yang jelas Anda juga dapat mengetahui dengan jelas siapa target konten Anda.

  3. Menyiapkan campaign
    Anda perlu menyiapkan campaign untuk menjalankan dan delivery konten dengan tepat.

  4. Strategi
    Anda juga harus menyiapkan strategi yang tepat untuk menjalankan setiap konten yang ingin Anda gunakan.

Setelah itu Anda juga harus mengetahui platform apa yang bisa digunakan dan berikut ini beberapa platform kalender editorial yang bisa digunakan:

  • Content management tools

  • Google calendar

  • Google sheets

  • Marketing automation calendar

Dimana untuk google calendar dan sheets Anda bisa menshare kepada team agar mereka bisa mengetahui apa saja konten yang sedang Anda buat. 

Setelah Anda mengetahui dimana saja Anda membuat kalender konten, Anda juga harus mengetahui siapa saja yang bisa melihat kalender editorial. Dan berikut ini beberapa list yang melihat kalender editorial:

  • Marketing

  • Sales

  • Customer service

  • Project manager

Maka dari itu Anda memerlukan kalender editorial untuk memudahkan Anda dalam pembuatan konten yang tepat.

Mulai Menulis dan Editing

Anda harus mulai menulis untuk menyelesaikan  content dengan menarik dan memastikan content tersebut sudah tertulis secara konsisten sesuai dengan brand Anda. Untuk itu, ada beberapa langkah yang harus dilakukan :

1 . Carilah Subject-Matter Expert (SME).

Anda perlu menentukan seseorang di tim Anda yang paham mengenai topik Anda. Kemudian, Anda dapat menjadwalkan untuk melakukan ‚Äúbrain dump‚ÄĚ yang dapat berlangsung selama 30 menit – 1 jam untuk merekam dan menanyakan SME ¬†berbagai pertanyaan mengenai topik tersebut. Jika tidak ada SME, bersiaplah untuk menyiapkan riset Anda sendiri.¬†

2 . Buatlah outline agar tetap teratur dan sesuai dengan pembuatan content. 

Pastikan tesis dan content asset Anda tersampaikan di dalam outline. Lalu, sosialisasikan outline Anda kepada audiens diluar dari tim Anda, memastikan bahwa content yang Anda buat itu adalah hal yang benar.

3 . Tulislah konsep Anda.

  • Pastikan tesis yang Anda buat tertulis dengan jelas dari bagian awal hingga akhir dokumen.

  • Pisahkan content Anda dengan header pertama, kedua, ketiga dan seterusnya agar semua bagian tersusun dengan rapi.

  • Gunakan banyak bullets (butir poin), list, dan number untuk mempermudah scanning.

  • Pastikan Anda memiliki pembukaan dan kesimpulan.

4 . Selalu melakukan pemeriksaan.

Biasanya akan ada 1-2 orang yang akan meninjau setiap draft. Anda dapat membuat style guide yang telah dibuat melampaui tone dan brand sebagai rujukan Anda. Selalu pastikan Anda melakukan copy edit agar bahasa dan struktur content Anda  benar.  Gunakan Track Changes pada word dan beri komentar untuk pengeditan content dan konsep yang maksimal. 

5 . Tulislah draft kedua setelah draft pertama Anda telah selesai di edit.

Bacalah 1-2 kali untuk memastikan bahwa copy (naskah) yang Anda buat sudah final atau benar-benar selesai. Pastikan semua stakeholder Anda telah melihat copy tersebut. Setelah memiliki draft yang siap, maka langkah selanjutnya adalah ke bagian design.

Mulai Mendesain Konten 

Saat ini, desain visual merupakan bagian terpenting dalam pembuatan konten . Lalu, bagaimana cara membuat konten yang visual ? Dalam membuat desain konten yang visual, pastikan Anda menggunakan  logo dan icon yang sesuai dengan brand,  serta gunakan brand color secara konsisten. Anda juga perlu memperhatikan typography dan gambar yang menarik yang sesuai dengan brand Anda.

Menelusuri konten desain dimulai dengan e-book :

  1. Buatlah sampul e-book yang bersifat visual dan menarik. Sampul yang menarik akan menjadi alasan utama bagi para pembaca untuk mendownload ebook Anda.

  1. Membuat judul yang jelas dan mudah dimengerti. Pastikandesain judul Anda simple dan menarik , sehingga desain Anda tidak akan menghalangi penulisan judul yang ada di sampul.

  1. Lakukan templating yang tepat. Templatingadalah salah satu bagian paling penting yang perlu diperhatikan. Pastikan sampul dan interior ebook Anda tertata dan mudah untuk dibaca.

  2. Gunakan gambar yang berhubungan dengan konten. Perhatikansemua gambar dan konten yang ada saling berkaitan. Berikut salah satu contoh yang menggunakan visual pada tampilan websitenya.

  3. Gunakan infographic yang menarik dan dapat dibagikan.

Anda harus mempertimbangkan tema untuk infographic Anda. Pastikan statistic yang Anda sajikan menarik namun tetap mudah untuk dibaca sehingga tidak membuat infographic terlalu panjang. ‚Äė¬†

Berikut contoh Infographic yang mencantumkan statistic yang menarik dan jelas. Secara keseluruhan mudah untuk dipindai dan dibaca.

Setelah mendesain, kini Anda akan melakukan design editing  dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Layout halaman.

Pastikan bahwa semua halaman Anda tertata dengan tepat, mudah untuk dibaca dan rapi.

2. Perhatikan Orphan word. 

Orphan word adalah kata-kata, atau baris pendek di awal atau akhir paragraf yang dibiarkan menggantung di bagian bawah kolom, terpisah dari paragraf lainnya.

3. Fotografi dan penggunaan gambar.

Pastikan penggunaan gambar dan typography yang sesuai dengan konten serta penempatan yang tepat dalam dokumen. Gunakan ukuran brand font jika Anda memilikinya, lalu usahakan semua font berukuran sama.

4. Commenting. 

Anda dapat mengedit menggunakan commenting di Adobe. Ini adalah cara terbaik dan termudah bagi designer untuk melihat hasil editan Anda. Seperti yang Anda lihat seperti gambar dibawah ini, ada beberapa commenting box dimana ini adalah tempat pengeditan dilakukan. Hal ini memudahkan designer untuk melihat hasil editan Anda dalam design template yang sebenarnya. Pastikan Anda memeriksa semua konten yang sudah terancang, dan edit hingga selesai.

Melakukan Kurasi pada Konten Anda

Jika Anda sudah melakukan menulis, membuat hingga mendesain konten langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan adalah melakukan kurasi pada konten – konten yang telah Anda buat. Kenapa Anda memerlukan kurasi disetiap kontennya ?, karena dengan melakukan kurasi Anda bisa mengetahui konten mana yang memang layak untuk Anda jadikan konten.

Kurasi konten juga dapat membantu Anda menghemat waktu, tenaga hingga budget yang Anda keluarkan. Lalu jenis konten apa yang bisa Anda lakukan kurasi, berikut ini listnya :

  • Artikel yang relevan

  • Menggunakan ‚Äúbest of‚ÄĚ untuk konten yang Anda buat

  • Menggunakan konten yang ‚Äútrend‚ÄĚ

  • Mengumpulkan berita yang sesuai dengan konten

Setelah Anda mengetahui bagaimana cara memilih jenis konten untuk kurasi tahap selanjutnya Anda akan mengetahui dimana Anda bisa menemukan konten, berikut ini list tempat untuk mendapatkan konten – konten yang Anda butuhkan :

  • Mengikuti brand produk atau jasa yang sudah besar.

  • Mencari tahu brand yang sedang ‚Äúmendiskusikan‚ÄĚ topik yang relevan dengan Anda

  • Customer dan partners

Dan pastikan Anda untuk melakukan perubahan konten disetiap jangka waktu yang telah disiapkan, dalam pembuatan konten jika Anda menggunakan konten seseorang pastikan memasukan sumber dari konten yang Anda buat dengan menambahkan linknya.

Jika Anda sudah tau mendapatkan dimana saja sekarang saatnya Anda harus mengetahui dimana Anda bisa menggunakan kurasi konten, dan berikut ini adalah list dimana saja Anda bisa melakukan kurasi konten yang bisa Anda ikuti :

  • Blog

  • Sosial media

  • Email

  • Website

Jadi dengan melakukan kurasi Anda akan mendapatkan kemudahan dalam mengatur konten, dimana jika Anda melakukan kurasi dengan benar Anda mendapatkan banyak keuntungan dalam menentukan konten yang digunakan.

Strategi ‚ÄúGating‚ÄĚ Untuk List Building

Sebelum  Anda memasuki tahapan mempromosikan konten, Anda harus mengetahui hal paling mendasar yaitu strategi gating. Apa Anda belum mengetahui apa itu strategi gating ?, Gating adalah sebuah form yang ada di tahapan awal konten Anda yang mana mempunyai tujuan mendapatkan informasi kontak lead.

Dan untuk itu Anda memerlukan beberapa opsi untuk menggunakan strategi gating, yang mana akan Anda perlukan dalam melakukan promosi konten:

  1. Menggunakan gating di semua konten
    Ada beberapa keuntungan dengan menggunakan gating untuk konten Anda seperti :
    – lebih mengetahui informasi tentang lead yang masuk
    – cara ini cocok untuk perusahaan yang baru maupun ‚Äústart up‚ÄĚ mengenai database market
    – bisa mengetahui siapa saja user yang benar- benar tertarik dengan konten Anda.

  2. Menggunakan gating tanpa konten
    Jika Anda menggunakan gating tanpa konten Anda juga memiliki beberapa keuntungan seperti :
    – dimana tidak ada penghalang untuk masuk ke konten Anda
    – dimana bisa membantu brand Anda bertumbuh
    – bagus jika Anda mempunyai konten tahap awal

  3. Menggunakan gating berdasarkan untuk tahapan membeli
    Dengan menggunakan gating memiliki beberapa keuntungan seperti:
    Рmemungkinkan Anda memiliki sebuah gate  yang mana bisa melihat assets ketika mendownload.
    – membantu Anda untuk mengetahui nilai lead hingga mengetahui jumlah siklus pembeli produk Anda
    Jika Anda menggunakan strategi gating- early,  sebaiknya untuk konten yang mengajarkan wawasan jangan pernah mengkunci konten Anda karena ini akan membuat market tertarik untuk melihat konten yang Anda buat.

    Lalu strategi gating-  middle, jika Anda menggunakan strategi ini Anda memerlukan gating atau form untuk mengetahui informasi, dimana lead yang mau memberikan kontak adalah lead yang berpotensial untuk membeli produk Anda.

    Dan yang terakhir strategi gating- late,  adalah konten yang mana customer Anda sudah membeli produk Anda dimana yang mereka inginkan adalah konten berupa study case.

  4. Menggunakan gating berdasarkan jenis asset
    Dimana untuk konten Anda memiliki beberapa konten yang berbeda – beda seperti konten yang premium. Kemudian Anda membuat konten yang mempunyai nilai value berdasarkan apa yang bisa mereka dapatkan.

Dimana Anda bisa memilih menggunakan strategi apa yang cocok dengan konten yang Anda miliki, dengan begitu Anda juga menjadi mengerti bagaimana Anda dalam membuat konten dibutuhkan strategi yang tepat.

 

Membuat Outline Mengenai Strategi Promosi

Sebelum mengatur promosi konten Anda akan mengatur terlebih dahulu outline strategi promosi. Ketika melakukan publish konten, Anda juga harus melakukan promote. Jadi untuk mengetahui langkah – langkah apa saja yang Anda gunakan, berikut ini langkah – langkahnya:

Pertama, membuat konsep strategi promosi Anda
Ketika Anda ingin mempublish konten, yang harus dilakukan adalah memberitahu semua team Anda mengenai pempublishan konten yaitu berupa: topik, audience, goal, konten, promosi, dan tahapan pembelian.

Kedua , selalu menilai konten Anda

Disaat konten sudah dipublish Anda memerlukan tools untuk mengatur nilai konten Anda dengan berdasarkan beberapa hal :

  • Jenis konten

  • Tahapan pembelian konten

  • Konten person¬†

Ketiga , menemukan stakeholders
Ketika Anda ingin mengatur ketentuan promosi agar bisa mencapai goal yang ditetapkan, Anda bisa mengikuti pengaturan promosi berdasarkan hal berikut ini :

  • Permintaan market

  • Sosial media

  • Online marketing platforms

  • Produk marketing

  • Public relation¬†

Keempat membuat plan promosi

Jadi di tahap ini Anda akan memulai pembuatan plan promosi dan Anda memerlukan beberapa berikut seperti:

  • Bekerja sama dengan team lain dalam pembuatan plan promosi

  • Memperluas assets dengan mengadakan meeting di setiap minggunya

  • Menetapkan project manager untuk setiap divisi.

  • Memastikan setiap team bekerja dalam alur

Kelima, memastikan bahwa plan Anda mempunyai multichannel

Dimana Anda akan menentukan beberapa hal ini seperti :

  • Mengetahui dimana pembeli Anda berada

  • Memaksimalkan exposure Anda mengenai konten dengan channel multichannel

  • Mempromosikan konten dengan menggunakan channel sesuai dengan jenis konten Anda

  • Dan selalu melakukan test untuk setiap promotion strategi

Dan hal – hal seperti ini yang Anda butuhkan untuk mengatur apakah strategi konten Anda tepat, dan apakah plan Anda berjalan sesuai dengan goal yang sudah Anda tetapkan.

Mulai Memasarkan Content di Website Anda

Ternyata salah satu aspek terpenting dalam mempromosikan content Anda adalah memasarkan content pada website, dan jadi Anda wajib mengarahkan mereka untuk melakukan action men-download content Anda. oleh karena itu Anda harus bisa mengoptimalkan pemasaran content agar dapat meningkatkan pembelian atau conversion.

Dan untuk itu Anda harus mengetahui dimana saja letak content Anda berada, berikut ini adalah letak – letak tempat content di website :

  • Bagian sumber content

  • Content di Homepage

  • Ads yang ada di website

Jadi Anda bisa menempatkan content yang Anda buat seperti list yang di atas, setiap penempatan mempunyai keuntungan tersendiri jadi Anda harus mengetahui penempatan mana saja yang cocok untuk content Anda.

  1. Bagian sumber content
    Jika menggunakan penempatan ini Anda akan membuat page tersendiri untuk ini, dimana penempatan seperti banyak digunakan oleh website – website lainnya. Dan untuk itu Anda harus menyiapkan beberapa hal seperti berikut ini :
    – pengarahan untuk mempermudah calon customer mengetahui letak content Anda
    – Mengoptimalkan sistem kerja SEO (Search Engine Optimization) dengan memanfaatkan sistem keyword
    – Melakukan kategori untuk setiap topik content, dimana dengan melakukan pengelompokan akan mempermudah calon customer Anda.
    – Menggunakan visual dimana berfungsi untuk membuat setiap content Anda terlihat menarik.
    – Menggunakan form untuk mengetahui dari mana saja lead Anda datang.

     

  2. Content di homepage
    Untuk penempatan content pada bagian ini Anda berfungsi meningkatkan conversion dimana memerlukan CTA (Call To Action) untuk mengarahkan langsung kepada calon customer Anda, dimana Anda juga bisa mengarahkan langsung kepada promosi produk atau jasa Anda secara langsung.

     

  3. Ads yang berada di website
    Dimana Anda bisa menggunakan banner ads yang sudah disiapkan pada website yang mana  jika mereka melakukan klik pada banner tersebut akan diarahkan langsung ke produk page dan langsung bisa melakukan conversion. Dan berikut ini adalah contoh website yang menggunakan ads banner di website :

Anda bisa memilih penempatan content sesuai dengan goal dari website Anda, ingat memperhatikan goal sangat penting untuk dilakukan. Pilihlah penempatan content sesuai dengan produk dan jasa yang Anda punya, karena Anda memerlukan test untuk mengetahui dimanakah penempatan yang cocok untuk content Anda.

Mempromosikan Konten di Sosial Media

Dalam hal mempromosikan content Anda memerlukan chanel untuk mempromosikan dan salah satunya dengan menggunakan channel sosial media. Karena sosial media media merupakan tempat yang sangat tepat untuk mempromosikan content Anda. Dan untuk itu Anda memerlukan langkah yang tempat mempromosikan, berikut ini adalah tips untuk Anda yang ingin melakukan promosi di sosial media:

  1. Jangan pernah membuat content yang terlalu serius
    Dimana pada dasarnya sosial media adalah tempat untuk mendapatkan ilmu atau wawasan yang mudah dimengerti oleh banyak orang.

  2. Ingat traffic organic belum cukup untuk mempromosikan content, Anda memerlukan ads untuk mempromosikan setiap content yang berpeluang dapat meningkat conversion.

  3. Fokus terhadap value content dan produk yang ada

  4. Membuat CTA (Call To Action)  yang tepat dan kuat untuk mengarahkan calon customer Anda

  5. Selalu menambahkan value yang didapatkan

  6. Jangan pernah lupa kalau sosial media memiliki 2 arah yang artinya dapat berinteraksi secara langsung.

Ingat beberapa cara ini mungkin cocok dengan konten produk atau jasa yang Anda miliki, jangan pernah untuk takut mencoba karena semuanya memerlukan test. Dan untuk Anda yang ingin mempromosikan di sosial media ada beberapa sosial media yang tepat untuk konten dan berikut ini adalah list sosial media yang mungkin tepat untuk content Anda:

  • Facebook
    Facebook adalah salah satu tempat sosial media yang cocok untuk mempromosikan content Anda, dimana Anda bisa melakukan promosi dengan menggunakan beberapa hal seperti :
    – Melakukan organic post langsung ke fanpage
    – Melakukan promote post
    – Dapat melakukan Facebook Ads
    – Membuat Cover foto di fanpage
    – Dapat membuat apps dan tab di business profile Anda

  • Twitter
    Twitter adalah salah satu sosial media yang memiliki kecepatan dalam bernetworking dan juga menjadi tempat yang tepat mempromosikan content. Dan berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan dengan menggunakan twitter :
    – Dapat melakukan organic post dengan menggunakan profil business
    – Dapat melakukan Promote post
    – Dapat melakukan Promote dengan menggunakan hashtag (#) / promote trend dimana akan memudahkan dalam hal pencarian dengan hashtag
    – Dapat melakukan tweet lead card, dimana akan memudahkan mereka dalam melakukan download ebook dan template.

  • Linkedin
    Salah satu sosial media yang tepat untuk Anda yang mempunyai bisnis atau usaha dengan dasar B2B market, dan berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan dengan menggunakan linkedin:
    – dapat melakukan post update mengenai bisnis dan produk atau jasa
    – dapat melakukan post sponsor update mengenai orang lain
    – dapat membuat ads dengan Linkedin
    – dapat membuat linkedin group

  • SlideShare
    Slideshare adalah tempat yang tepat untuk content yang menarik, berikut ini adalah hal yang bisa yang Anda lakukan dengan menggunakan SlideShare :
    – content yang tepat untuk visual dengan menggunakan infografik
    – dapat menggunakan sistem SEO dengan menggunakan keyword yang ada di description
    Рdapat menambahkan form lead yang akan memudahkan mengetahui dari mana saja  lead Anda datang
    – dapat melakukan presentasi pada homepage SlideShare

  • Pinterest
    Pinterest adalah salah satu tempat yang tempat untuk mempromosikan content dengan jenis content visual, dimana content yang ada di pinterest mempunyai kualitas medium – highly. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan dengan menggunakan pinterest :
    – jenis content yang digunakan visual seperti infografik dan slide
    – dapat melakukan share dan mendapatkan engage dari content Anda.
    – dapat membuat boards dan pin pada pinterest personal
    – tepat untuk digunakan B2C market

Dimana Anda dapat memilih mempromosikan dengan apa untuk content Anda, karena hampir tidak semua sosial media tepat untuk content Anda. pilihlah chanel promosi sosial media yang tepat dan coba apakah semua berjalan dengan baik atau tidak lakukan secara berkala untuk mendapatkan chanel sosial media yang tepat.

Mempromosikan Konten dengan Email

Jika tahap sebelumnya Anda diminta untuk mempromosikan content dengan sosial media langkah selanjutnya Anda akan untuk mempromosikan dengan menggunakan email. Email adalah salah satu media yang bisa membantu Anda dalam melakukan promosi content, dimana Anda bisa mengirimkan content kepada audience. 

Dimana jika melakukan promosi via email, Anda akan mendapatkan kepercayaan dari audience. Karena jika Anda melakukan promosi via email itu karena mereka telah memberikan data mengenai email dan nama mereka sendiri. Dan berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk mempromosikan dengan menggunakan email hingga mendapatkan engage dari audience.

  1. Selalu membuat segment Email
    Pastikan email yang Anda kirimkan sesuai dengan yang dimintai oleh audience, lalu arahkan email Anda untuk produk atau jasa hingga menuju ke tahapan pembelian. Anda juga harus tetap mengirimkan email kepada customer agar customer mengetahui Anda sedang melakukan promosi apa saja.

  2. Mendesain email menjadi engaging
    Jadi dengan email yang engaging dan menarik akan membuat audience ingin melakukan download content yang Anda siapkan, berikut ini adalah beberapa hal yang Anda butuhkan untuk mendesain email yang engage:
    – Membuat custom header
    РMembuat bullet poin mengenai content  yang mudah diingat
    – Membuat CTA ( Call To Action) yang jelas arahan nya
    – Membuat ‚Äúhero shot‚ÄĚ untuk setiap cover content yang mana menggunakan visual yang menarik

  3. Mengirim email ke seluruh database
    Dimana Anda sebaiknya mengirimkan email ke seluruh database yang Anda punya dimana jika Anda sudah memiliki database kemungkinan untuk membeli produk atau jasa semakin besar.

  4. Mempertimbangkan email sponsor
    Sebaiknya jika Anda ingin menggunakan vendor dalam pengiriman email pastikan kembali apakah email yang Anda kirim tepat untuk target audience Anda.

  5. Menambahkan content baru untuk lead nurturing
    Dimana Anda harus selalu memberikan content baru untuk lead yang sudah Anda miliki berikan content yang mengajarkan mereka, Anda juga harus memperhatikan setiap content yang Anda emailkan apakah relevan atau tidak.

Dimana kelima cara untuk mempromosikan ini dapat membantu dalam promote via email pastikan email yang akan blast kepada audience mempunyai content yang sesuai dan relevan dengan audience Anda.

Mempromosikan Konten di Blog Anda

Menggunakan promosi dengan blog adalah cara tepat untuk Anda yang memiliki content asset untuk menargetkan audience Anda. berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dimiliki untuk blog Anda:

  • Tahapan pembelian yang menarik di awal

  • Tepat untuk audience yang menginginkan wawasan

  • Dapat membuat banyak mata ingin melihat content Anda

  • Tempat yang tepat mempromosikan sebelum dipromosikan ke sosial media

Dimana jika Anda melakukan promosi content  dengan blog memungkin untuk mengarahkan traffic untuk ke blog dan melihat content. Jadi sangat menguntungkan bukan menggunakan blog untuk promosi dan berikut ini beberapa tips mempromosikan content di blog:

  1. Jangan hanya mempromosikan ebook tetapi berikan juga audience action seperti komentar pada kolom blog Anda.

  2. Menggunakan bullet dan header untuk mempermudah audience mengerti

  3. Menambahkan gambar atau visual mengenai produk content

  4. Selalu memberikan CTA (Call To Action) yang jelas

Dan berikut ini adalah beberapa contoh blog yang mempromosikan content : 

Dimana pada halaman paling belakang Ada CTA untuk melihat content blog yang lainnya, dengan CTA yang jelas audience Anda akan mengetahui kemana. Dengan blog Anda juga bisa mengetahui seberapa banyak audience yang memberikan respon dari orang yang melakukan klik atau mendownload content yang memang Anda siapkan.

Memanfaatkan Influencer Marketing

Tahapan selanjutnya mempromosikan content adalah dengan menggunakan influencer. Lalu apa itu influencer marketing adalah suatu bentuk marketing yang mengidentifikasikan dan menargetkan individu yang memiliki pengaruh terhadap audience yang berpotensial untuk membeli. Dengan menggunakan influencer Anda mendapatkan beberapa kemudahan dalam mempromote, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda dapatkan dengan menggunakan influencer :

  • Influencer akan menambahkan content dan promosi Anda

  • Mengirimkan terlebih release content Anda

  • Tanyakan kepada influencer mengenai share content via website atau blog

Setelah Anda mengetahui bagaimana cara kerja dan kemudahaan dalam mempromote dengan menggunakan influencer langkah selanjutnya adalah dimana Anda mendapatkan atau menemukan influencer, dan berikut ini adalah list mendapatkan influencer :

  • Sosial media

  • Seminar

  • Group blogger

  • Menggunakan software yang melacak influencer

Berikut salah satu contoh dari website yang mana bisa dijadikan influencer untuk sebuah produk atau jasa Anda :

 

Jika Anda mencari influencer menggunakan blog, Anda bisa mencari melalui blog influencer dan melihat berapa banyak tanggapan dari audience mereka apakah tanggapannya baik atau sebaliknya. Anda juga bisa melihat action apa saja yang diambil audience, mulai dari share hingga comment para audience berikut ini salah contoh blog yang untuk mengetahui apakah content yang dibuat menarik lewat seberapa banyak share :

Jika Anda sudah mengetahui cara mendapatkan influencer,lalu bagaimana jika Anda ingin menjadi influencer berikut ini adalah cara menjadi influencer :

  • Waspada tentang permintaan, dimana Anda tidak perlu melakukan pengulangan pertanyaan kepada setiap orang lainnya

  • Influencer menggunakan interaksi dua arah

  • Beritahu tentang apa yang mereka dapatkan

  • Selalu tunjukan apresiasi Anda terhadap content yang disampaikan

Yang perlu Anda ingat adalah membuat content terlebih dahulu sebelum mencari influencer, setelah itu Anda harus melihat apakah influencer tersebut cocok dengan content. Jadi Anda perlu melihat semuanya dari kecocokan content hingga influencer.

Menggunakan PPC untuk mempromosikan Content

Setelah Anda melakukan promosi dengan menggunakan sosial media, selanjutnya Anda melakukan promosi dengan menggunakan PPC (Pay-Per-Click). PPC adalah ads berbayar dengan menggunakan penargetan tinggi dimana akan mengarahkan traffic ke landing page yang mempunyai hasil akhir leads. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda pertimbangan dengan menggunakan PPC :

  1. Search Engine Ads
    Dimana dengan menggunakan Search Engine Ads Anda bisa membuat target market berdasarkan keyword dan audience.

  2. Banner Ads
    Dimana melakukan penargetan dengan menggunakan demografi lokasi market Anda.

  3. Retargeting Ads
    Dimana penargetan dilakukan dengan menggunakan jaringan website hingga dengan sosial media yang biasa digunakan oleh target market.

Dimana ketiga ini ads mempunyai keuntungan sendiri- sendiri oleh karena itu Anda bisa memilih berdasarkan mempromosikan jenis content yang seperti apa. Selanjutnya logistik apa saja yang Anda siapkan dalam penggunaan PPC, berikut list yang Anda perlu persiapkan :

  • Anda membayar hanya untuk yang melakukan klik iklan

  • Anda bisa melakukan penargetan iklan dengan menggunakan demografi, behaviour, dan pencarian.

Setelah itu Anda memerlukan tips menggunakan PPC untuk promosi content Anda, berikut ini adalah beberapa tips untuk mempromosikan PPC:

  • Pertimbangan ingin menggunakan content ber-value tinggi atau menengah

  • Iklan yang Anda gunakan harus memiliki visual yang menarik atau meng-engage

  • Semua iklan yang dibuat arahkan kepada landing page

  • Pastikan semua landing page Anda mempunyai action mengisi form

Berikut ini adalah contoh menggunakan search engine Ads, dimana ads ini akan muncul dikarenakan keyword yang sudah terpasang pada pengaturan ads nya:

Dan berikut ini adalah contoh dengan menggunakan banner ads, biasanya akan muncul pada sebuah website. Jika digambar adsnya muncul pada website yang berhubungan dengan ads tersebut :

Jadi Anda bisa memilih menggunakan ads jenis apa yang cocok dengan content. Ingat ini semua memerlukan test untuk mengetahui ads dan jenis content mana yang memang cocok dengan produk atau jasa Anda.

Menentukan Goal

Dalam pembuatan content, Anda harus memikirkan content ROI. Karena, jika hal ini dilupakan akan mengakibatkan ketidak selarasan metric. Hal tersebut dapat terjadi apabila Anda membuat content, dan dalam satu tim Anda melacak satu metric, sedangkan tim lain melacak metric berbeda. Sehingga Anda tidak mengetahui cara mengukur content secara efektif, karena content marketing adalah metode yang relatif baru di dunia bisnis.

Maka dari itu, berikut beberapa langkah untuk memastikan kalau content Anda dibuat dengan pengukuran yang matang:

1. Tetapkan goal dan perkirakan pengukuran awal

Sebelum membuat content, Anda harus menentukan tujuan yang Anda inginkan dari pembuatan content tersebut. Apakah tujuan Anda adalah social sharing, peningkatan traffic, atau pengukuran revenue dari corong funnel ? Jangan lupa untuk menentukan tujuan yang Anda cari dari setiap bagian content. Anda dapat melibatkan seluruh stakeholder dan executor untuk menentukan pengukuran content yang tepat.

2. Tentukan budget

Anda harus menentukan berapa budget yang pasti Anda keluarkan untuk membuat content. Karena konsepnya adalah sebagai berikut:

Return Of Investment (ROI) dimana Investment itu sendiri membutuhkan budget yang memang harus diperhitungkan terlebih dahulu. Seperti halnya biaya pembuatan content, biaya sumber content external, waktu yang dihabiskan untuk merencanakan dan memanage strategi dalam pembuatan content, iklan untuk penyebaran content dan biaya software dan tools.

Untuk mempermudah Anda membreakdown ROI, berikut salah satu contohnya:

Menjadi berikut, sesuai kebutuhan content ROI Anda.

 

3. Tentukan apa yang diukur oleh marketer lain dalam content Anda

Pilihan yang diukur oleh B2B and B2C saat ini, dari Content Marketing Institute dan Marketing Prof Survey adalah seperti yang Anda lihat, Sales Team Feedback dan Website Analytics  adalah beberapa goal teratas yang diinginkan oleh B2B Content Marketer. Lalu diikuti oleh Keyword Research, Secondary Research, Primary Research, Social Media Listening, Database Analysis, Customer Conversations/Panels dan other techniques. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengukur beberapa pilihan untuk bisnis Anda.

4. Pastikan setiap content yang Anda buat sudah diukur dengan matang

Setelah Anda membuat goal untuk content marketing analytics, pastikan setiap content yang Anda buat sudah diukur dengan matang. Anda dapat melacak metric Anda melalui marketing automation tool atau spreadsheet yang akan melacak metric setiap bulannya dari waktu ke waktu, sehingga Anda dapat melihat dengan tepat bagaimana kinerja content Anda.

Melakukan Tracking Menggunakan Early Strategy Metric

Setelah menentukan pengukuran goal Anda, kini saatnya melacak content Anda dengan early stage metric.  Apa saja yang dapat dilacak dari early stage metric?

  • Pertama, lihatlah traffic untuk situs Anda.

Anda dapat melacak peningkatan dan penurunan pada traffic secara keseluruhan, Anda juga dapat melihat referring source, seperti bagaimana audience sampai ke berbagai content, lalu saat ke menu exit , perhatikan kemana mereka setelah membaca content Anda.

Selain itu, Anda juga dapat melihat tentang seberapa sering audience  mengunjungi dan meninggalkan halaman Anda. Dengan itu, Anda dapat melacak content asset teratas yang orang-orang kunjungi.

  • Kedua, Anda dapat menggunakan marketing automation tool atau content system management untuk melacak content download.

Hal ini akan membantu Anda menentukan seberapa menarik content Anda dan ini terjadi ketika audience men-download content berbentuk PDF melalui click atau formulir. Atau dapat berupa view  jika content Anda bukan berbentuk file yang dapat di download.

Selain hal-hal diatas, Social engagement juga merupakan early stage metric yang penting yang harus Anda lacak. Anda harus melacak social share, likes dan comments pada social channel, dan memastikan mereka benar-benar tertarik dengan content tersebut.

  • Ketiga, peningkatan social follower.

Kenaikan angka follower pada social channel Anda merupakan tolak ukur apakah content yang Anda buat menarik atau tidak untuk audience.

Kini saatnya Anda melacak metrics pada setiap bagian content yang Anda buat menggunakan early stage content. Selamat mencoba!


Daftar Kata-Kata Sukar

A – Audience

Audience adalah sekelompok orang yang menjadi target market. 

C – Content

Konten adalah informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik.

C – CTA

CTA  (Call To Action) adalah sebuah action yang menyuruh atau menginginkan audience untuk melakukan hal yang diperintahkan di CTA. 

F- Funnel

Funnel adalah corong atau perjalan seorang customer mulai dari dia masih menjadi cold market,warm market, hingga hot market.

K – Keyword

Keyword adalah sebuah kata yang mana digunakan untuk sistem kerja SEO atau google ads. Pada dasarnya keyword harus relevan dengan content.

P – Persona

Persona adalah sebuah data berisi mengenai seseorang mulai dari nama, jenis kelamin, tempat tinggal, umur, minat, kesukaan, hobi dan banyak lagi. Yang mana biasa digunakan untuk menentukan apakah persona ini cocok dengan produk atau jasa yang ditawarkan.

P- PPC  (Pay Per Click)
Pay per click adalah PPC adalah singkatan dari Pay-Per-Click, yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya bayar per klik. PPC merupakan salah satu metode beriklan di internet 

S – SEO
Search Engine Optimization adalah suatu sistem yang menggunakan mesin pencari, seperti browser, safari, ataupun google. Dimana Anda harus memasukan keyword yang relevan dengan Content .

T- Traffic

Traffic adalah audience atau pengunjung yang datang ke website.

founder. will generating profit like a mad. will code for food. speak fluent sarcasm. none of us are getting out of here alive. Masih terus belajar tentang Bisnis, Digital Marketing, Teknologi, Sekaligus pehobi sepeda onthel bermahzab Originalan. Seringkali berkata sarkastik, menyebalkan dan misuhan.

Site Footer

error: :)